“Islah” jalan terbaik penyelesaian Yusuf Supendi dan Trio Elit PKS

Permasalahan perselisihan antara Yusuf Supendi dan Tiga petinggi PKS merupakan suatu hal yang tidak enak didengar ditelinga. Sebuah ironi jika para mantan dan petinggi PKS yang notebene nya Muslim masih aja berselisih. padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak berselisih lebih dari 3 hari. Apa sebenarnya yang ada dibenak para petinggi-petinggi tersebut??? yang jelas kita hanya bisa mengingatkan bahwa perselisihan yang terus berlarut-larut akan berdampak pada menurunnya citra PKS dimata masyarakat. Selanjutnya untuk mereka yang masihberselisih kami hanya bisa berdo’a “Ya Allah luluhkanlah hati para pelaku perselisihan ini, tunjukkanlah yang benar itu sebagai suatu kebenaran yang nyata”. Islah merupakan jalan terbiak, berikut kami kutipkan artikel dari inilah.com tentang Islah.

INILAH.COM, Jakarta – Rekonsiliasi atau islah antar elit PKS dengan Yusuf Supendi bukanlah hal mustahil. Apalagi sejatinya mereka bagian dari keluarga besar PKS. Namun semua kembali kepada nurani pihak-pihak yang bersengketa. Sedikitnya terdapat tiga elit PKS yang berseteru dengan bekas pendiri PKS Yusuf Supendi. Mereka adalah Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminudin, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Sekjen DPP PKS Anis Matta. Jika merujuk ke belakang, persoalan ini muncul karena ketidakpuasan Yusuf atas mekanisme di internal partai. Dia mengaku, hingga kini belum menerima SK pemecatan. “Hanya minta saya baca, terus diambil lagi. Saya minta SK nomor 115/SKEP/DPP/PKS/1430 tahun 2009 itu diserahkan ke saya. Saya anggap pemecatan ini tidak sah,” ujar Yusuf kepada wartawan, kemarin. Namun di sisi lain, PKS menilai pemecatan tersebut sesuai mekanisme di internal partai. “Di PKS ini, sistem di atas individu, pejabat siapapun yang melakukan pelanggaran dipastikan kena sanksi. Tidak peduli siapa dia,” ujar Sekjen DPP PKS Anis Matta. Jika dilihat posisi kedua belah pihak meyakini keyakinan masing-masing. Satu sisi menilai aksi Yusuf Supendi merupakan cerita lama dan hanya dilandasi sakit hati. Namun sebaliknya, Yusuf menilai elit PKS bersikap zalim kepada dirinya. Posisi inilah yang menyulitkan untuk menyatukan kedua belah pihak. Meskipun sejatinya ada clue yang disampaikan Yusuf Supendi yang menyiratkan persoalan ini bisa diselesaikan. Dia menyebutkan, posisi Hidayat Nur Wahid cukup bisa menengahi persoalan antara dirinya dengan beberapa elit PKS. Namun Hidayat justru berkelit. Lagi-lagi atas nama sistem dirinya tidak bisa melakukan mediasi itu. “Ini adalah organisasi ada aturan mainnya, ada AD/ART, ada mekanisme disiplin, dan itu saya pikir ada di seluruh partai,” kelitnya. Menelisik beragam pernyataan elit PKS maupun Yusuf Supendi memang sulit untuk menyatukan kedua belah pihak. Elit PKS berpegang pada aturan formal internal partai. Begitu pula dengan Yusuf Supendi. Padahal, seharusnya para elit PKS termasuk Yusuf Supendi sadar, berpolitik, sekalipun di PKS sebagai partai dakwah, merupakan seni untuk melakukan berbagai kemungkinan. Kukuh dalam sikap dan memegang prinsip jelas langkah benar dalam berpolitik. Namun, kelenturan dalam berpolitik untuk mencari jalan keluar, bukanlah hal yang haram. Apalagi, jika menilik PKS yang berpolitik dengan landasan agama, seruan islah atau rekonsiliasi jelas cukup dipahami kedua belah pihak. Jika merujuk khazanah klasik ke-Islaman juga menyebutkan ‘menghindari kerusakan lebih didahulukan ketimbang kemaslahatan’. Rekonsiliasi antarkedua belah pihak jelas diutamakan karena akan menghindari kerusakan di internal PKS. Lebih dari itu, peran kultural di partai, tak bisa dimungkiri juga tetap dibutuhkan. Seperti posisi Hidayat Nur Wahid yang dinilai kakangan internal sebagai pihak yang netral dalam sengketa ini, mengapa tidak mengambil peran kultural tersebut? Toh, peran kultural itu juga tidak haram untuk kemaslahatan yang lebih besar bukan? Langkah ini penting diambil oleh seluruh komponen PKS. Daripada sibuk menuding pihak luar menunggangi persoalan Yusuf Supendi ini. Bagaimanapun dalam perspektif demokrasi, posisi dan peran PKS dalam demokratisasi di negeri ini memiliki andil yang tidak kecil. Dengan langkah islah ini pula, setidaknya akan membuat kecele pihak-pihak yang dituding PKS melakukan penungangan persoalan internal partai. Jadi, mengapa tidak islah PKS dengan Yusuf Supendi? Agama mengajarkan itu bukan? [mdr]

1 thought on ““Islah” jalan terbaik penyelesaian Yusuf Supendi dan Trio Elit PKS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s